Warga geger oleh penemuan mayat yang tergantung di pohon mangga

Sejangkung, (30/04) pagi selasa warga sendoyan di hebohkan oleh penemuan seorang mayat berjenis kelamin laki-laki yang tergantung di pohon mangga dengan seutas tali di samping rumah warga yang letaknya tidak jauh dari rumah korban di dusun Bungur Rt. 009 Rw. 003 desa Sendoyan Kecamatan Sejangkug Kabupten Sambas.

Korban di ketahui bernama SUNARDI alias KOYOK diperkirakan berumur 52 tahun, keseharian korban bertani dan berkebun dan di kenal warga periang tanpa menunjukkan jika korban memiliki masalah yang besar hingga bertekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri. Berdasarkan keterangan saksi yang pertama menemukan korban tergantung sudah tidak bernyawa mengatakan pada pagi Selasa tanggal 30 April 2019 sekira jam 06.10 Wib korban masih melakukan aktivitas sehari-harinya, akan tetapi berdasarkan keterangan abang kandung korban an. Sdr. NAHARI bahwa sekira pukul 08.00 wib korban ditemukan dalam keadaan tergantung di pohon mangga yang terletak di samping rumah abang kandung korban yang juga tidak jauh dari rumah korban sendiri selanjutnya terhadap korban diturunkan oleh abang kandung korban beserta beberapa orang masyarakat setempat, selanjutnya korban langsung di amankan di rumah abang kandung korban untuk di semayamkan. Terhadap korban tidak dilakukan visum rt rapartum dikarenakan keluarga korban menyatakan bahwa kematian korban murni gantung diri dan dapat dipastikan tidak ada unsur kesengajaan dari pihak lain.

Setelah aparat kepolisian sektor sejangkung mendatangi TKP korban telah di turunkan dari pohong tempat di mana Ia tergantung, menurut keterangan saksi yakni abang kandung korban yaitu Sdr. NAHARI bahwa adiknya yaitu korban SUNARDI meninggal dikarenakan gantung diri dan dapat di pastikan tidak memiliki permasalahan dengan siapapun. Dari hasil Pemeriksaan terhadap saksi bahwa korban masih memiliki istri dan 2 orang anak yang saat ini tinggal dikota pontianak semenjak paska kerusuhan tahun 1997. Pihak keluarga Korban Menyatakan bahwa korban selama ini tinggal / hidup seorang diri di rumah milik pribadi korban yang terletak di belakang rumah abang kandung korban.

Saksi juga menerangkan bahwa keseharian korban selalu ceria akan tetapi 2 hari belakangan ini korban menunjukkan tingkah yg tidak seperti biasanya ia terlihat sering melamun dan pendiam, saksi menerangkan bahwa korban tidak pernah mengeluh maupun bercerita mengenai hal pribadinya sehingga tidak menyangka pelaku akan berbuat nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri.

Sampai sejauh ini aparat kepolisian sektor sejangkung masih mengumpulkan saksi dan terus menyelidiki kasus tergantungnya seorang laki-laki paruh baya hingga tidak bernyawa di salah satu pohon mangga samping rumah warga yang tidak jauh dari rumah korban itu sendiri.