PEMDA SAMBAS GELAR RAPAT KOORDINASI SIAGA BENCANA BANJIR, PUTING BELIUNG DAN TANAH LONGSOR (BATINGSOR) TAHUN 2021

PEMDA SAMBAS GELAR RAPAT KOORDINASI SIAGA BENCANA BANJIR, PUTING BELIUNG DAN TANAH LONGSOR (BATINGSOR) TAHUN 2021

 

Poldakalbar.Polressambas. Pada hari Senin Tanggal 13/12/2021 sekira pukul 09.30 Wib, bertempat di Aula Atas Kantor Bupati Sambas telah dilaksanakan Rapat Koordinasi Siaga Aktifitas Komando Darurat Bencana Banjir, Puting Beliung dan Tanah Longsor (Batingsor) Kabupaten Sambas Tahun 2021.

Hadir pada kegiatan tersebut antara lain Asisten 1 Setda Kabupaten Sambas, yang mewakili Dandim 1202 Sambas, Kompol Raden Real Mahendra, S.I.K, M.H Kabag Ops Polres Sambas, Kepala BPBD Sambas, Danyonif 645/GTY Sambas, Kasat Pol PP PemKab Sambas serta unsur terkait yang ada di Kabupaten Sambas.

 

Dalam rapat koordinasi tersebut disampaikan beberapa kesepakatan antara lain,

Bahwa curah hujan dibulan Desember 2021 dapat meningkat dan berpotensi untuk menimbulkan banjir terutama diwilayah pesisir pantai.

Dalam menyikapi potensi banjir tersebut diminta agar stakeholder yang ada di Kabupaten Sambas agar selalu melaksanakan koordinasi secara kontinyu.

Telah dibuat surat edaran Bupati Sambas yang ditujukan kepada Camat se Kabupaten Sambas untuk menyiapkan Posko lokasi evakuasi dan sarana yang dapat di pergunakan serta anggaran yang akan diperlukan.

Posko akan ditetapkan di Kantor BPBD Kabupaten Sambas.

Hal-hal lain akan dilakukan komunikasi lebih lanjut.

GERAI VAKSIN PRESISI POLRES SAMBAS

GERAI VAKSIN PRESISI POLRES SAMBAS

 

PolresSambas. Salah satu bentuk untuk menekan Kasus Covid-19 Polres Sambas kembali melaksanakan penyuntikan vaksinasi Sinovac Covid-19 tahap 1 dan tahap 2 terhadap Masyarakat Kab. Sambas yang bertempat di Gerai Vaksin Presisi Polres Sambas, ada sebanyak 220 orang yang telah divaksin terdiri dari Tahap 1 sebanyak 67 orang dan Tahap 2 sebanyak 153 orang, vaksin yang digunakan yaitu jenis Sinovac. Senin (12/12/2021).

Kegiatan Vaksinasi ini dilakukan secara teratur dan selalu mentaati Prokes.
langkah Vaksinasi ini dilakukan sebagai upaya untuk mencegah penyebaran Covid 19 kepada seluruh Masyarakat agar terlaksananya hard immunnity”.

“Vaksinasi ini diharapkan bisa membantu sistem kekebalan atau imun tubuh personil Masyarakat Kab. Sambas dari virus Covid-19, sehingga lebih aman, saat Beraktifitas dengan rekan kerja, keluarga dan masyarakat lainya”.

Semua Masyarakat terlebih dahulu harus mengikuti Rangkaian vaksinasi dilakukan mulai dari Pendaftaran, pengecekan suhu tubuh dan melaksanakan screening mengenai tekanan darah dan riwayat penyakit, registrasi online kemudian dilaksanakan penyuntikan vaksin.

Setelah disuntik anggota dilakukan observasi sekitar 30 menit dan menunggu sertifikat Vaksin Covid-19. Ia pun berharap semua masyarakat tidak usah takut divaksin, sehingga dapat mencegah penyebaran covid-19.

Warga yang pernah mengikuti vaksin tahap 1, bisa mengikuti vaksin tahap 2 setelah 28 hari berikutnya. Peserta cukup membawa KTP, kartu vaksin tahap 1 selanjutnya mendaftar pada bagian pendaftaran. Meskipun sudah mengikuti vaksinasi, masyarakat masih tetap menerapkan protokol kesehatan 5 M.

KAPOLRES SAMBAS ZOOM MEETING BERSAMA KAPOLSEK DAN KAPUSKESMAS DALAM PROGRAM PERCEPATAN VAKSINASI

KAPOLRES SAMBAS ZOOM MEETING BERSAMA KAPOLSEK DAN KAPUSKESMAS DALAM PROGRAM PERCEPATAN VAKSINASI

Poldakalbar.Polressambas. Pada hari Selasa 7/12/2021 jam 09.30 wib bertempat di Aula Bharadaksa Polres Sambas telah berlangsung acara zoom meeting dalam rangka percepatan vaksinasi tahap 1 di wilayah hukum Polres Sambas.
Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Kapolres Sambas AKBP Laba Meliala S.I.K yang didampingi oleh Kabag Ops Polres Sambas Kompol Raden Real Mahendra S.I.K,M.H dan Kabid P2T Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas.
Secara virtual zoom meeting juga dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas dr. Fatah Maryunani, para Kapolsek jajaran Polres Sambas dan Kapuskesmas se Kabupaten Sambas.
Dalam sambutannya Kapolres Sambas menyampaikan bahwa maksud dilaksanakan pertemuan secara virtual (zoom meeting) ini adalah dalam rangka evaluasi pelaksanaan vaksinasi diwilayah Kabupaten Sambas, sejauh mana capaian vaksin di kecamatan2 dan apa kendalanya.
Tujuan kita adalah tercapainya vaksinasi di Kabupaten Sambas sebesar 70 % diakhir Desember 2021 nanti, itu bisa tercapai dengan adanya sinergi diantara Puskesmas, Polsek, Koramil dan Kecamatan.
Lakukan beberapa inovasi untuk mengatasi kendala yang ada dilapangan baik dengan cara melalui media sosial, merangkul para tokoh masyarakat dan mendatangi tempat2 yang jauh dan tidak tersentuh, juga melalui upaya mendatangi rumah ke rumah atau door to door system.
Pada umumnya kendala yang disampaikan oleh para Kapolsek dan Kapuskesmas tentang hambatan enggan vaksin masyarakat adalah karena masyarakat yang sudah tua, rumahnya jauh dari tempat vaksin dan kendala lainnya adalah kurangnya jumlah vaksin yang diterima oleh puskesmas.
Untuk mengatasi hambatan dan kendala tersebut disepakati akan diatasi secara sinergi oleh forkopimcam bersama forkopimda Kabupaten Sambas.
Kadin Kesehatan Kabupaten Sambas dr. Fatah juga telah berkoordiansi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar kedepannya vaksin akan siap sampai dengan akhir Desember 2021 untuk mencapai target 70 % vaksinasi Kabupaten Sambas.
Tim Politeknik Negeri Pontianak Menjadi Juara Lomba Orasi Unjuk Rasa Polda Kalbar, Jadi Perwakilan Memperebutkan Piala Kapolri

Tim Politeknik Negeri Pontianak Menjadi Juara Lomba Orasi Unjuk Rasa Polda Kalbar, Jadi Perwakilan Memperebutkan Piala Kapolri

 

PONTIANAK, KALBAR – Kepolisian Daerah Kalimantan Barat menggelar Lomba Orasi Unjuk Rasa (Unras) tahun 2021. Dalam rangka memperingati Hari Hak Asasi Manusia (HAM), untuk memperebutkan Piala Kapolri pada 10 Desember 2021 mendatang.

Sebanyak 15 tim yang mendaftar, 7 tim secara online dan 8 tim mengikuti perlombaan yang digelar di Lapangan SPN Polda Kalbar, Rabu (2/12).

Wakapolda Kalimantan Barat Brigjen Pol Asep Safrudin mengatakan, Kebebasan menyampaikan pendapat merupakan hak asasi manusia bagi setiap warga negara, setiap warga negara bebas mengemukakan pendapat untuk menyampaikan pendapat dan pikiranya secara lisan maupun tulisan.

“Dilaksanakannya lomba orasi ini bertujuan untuk memberikan ruang dan wadah kepada masyarakat dalam menyampaikan aspirasi dan ekspresi, sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat,” ucapnya.

Asep mengungkapkan, lomba orasi ini sangat luar biasa, saya sudah lebih dari 25 tahun menjadi polisi, tapi baru kali ini unjuk rasa diperlombakan.

“Baru sekarang ada lomba orasi unjuk rasa ini sangat luar biasa. Ini menunjukkan komitmen polisi untuk sebagaimana kami melayani seluruh masyarakat Indonesia, bagaimana cara menyampaikan pendapat di muka umum,” jelas Asep.

Menurut Asep, unjuk rasa itu diperbolehkan, mau ngomong apapun silahkan, tapi koridornya adalah hukum peraturan. Bagaimana kalau unjuk rasa menutup jalan dan melakukan kekerasan itu sangat tidak dibolehkan.

Wakapolda Kalbar berharap, kegiatan ini dapat memberikan edukasi kepada masyarakat, tentang cara dalam menyampaikan aspirasi sesuai aturan dan hukum yang berlaku dan itu adalah salah satu tujuan lomba ini diadakan.

“Terima kasih kepada segenap peserta lomba orasi yang telah melaksanakan kegiatan perlombaan ini dengan sebaik baiknya. Suatu kehormatan bagi kami Polda Kalbar atas keikutsertaan peserta,” ujarnya.

Diketahui, juara pertama dalam lomba orasi dari Tim Politeknik Negeri Pontianak yang mengusung tema “Cerita Nista 73 Tahun Pelanggaran HAM”, dengan hadiah sebesar Rp 5 juta berikut tropi dan piagam.

Disusul sebagai juara kedua Tim Patriot Bangsa Untan Pontianak, mendapatkan uang sebesar Rp 3 juta berikut tropi dan piagam dan juara ketiga dimenangkan oleh Tim Selembe Projek mendapatkan hadiah uang sebesar Rp 2 juta berikut tropi dan piagam.

Serta harapan satu dimenangkan oleh Tim Singa Borneo Untan Pontianak, harapan dua dimenangkan oleh Tim Sebayu Untan Pontianak dan harapan tiga dimenangkan oleh Tim STIT Kapuas Hulu.

Tim Politeknik Negeri Pontianak mendapat tiket untuk mewakili Polda Kalimantan Barat di putaran final yang akan di gelar di Mabes Polri.