Kepolisian Resort Sambas melakukan Operasi gabungan penindakan aktifitas pertambangan emas tanpa ijin (Peti) pada hari Selasa tanggal 19 November 2019 di Dsn. Karangan Ds. Madak Kec. Subah Kab. Sambas.

Pada hari Selasa tanggal 19 November 2019 sekira pukul 13.30 wib Kabagops Polres Sambas melaksanakan apel persiapan Personil dalam rangka kegiatan Operasi gabungan penindakan aktifitas pertambangan emas tanpa ijin (Peti) dengan sasaran lokasi di Ds. Madak Kec. Subah Kab. Sambas. Setiba  di lokasi, petugas menemukan adanya aktifitas penambangan emas tanpa ijin dengan menggunakan mesin dompeng sebanyak 1 set dengan karyawan sebanyak 4 orang. Pada saat hendak diamankan, 3 orang karyawan kabur dan hanya tertinggal 1 orang karyawan an. ISMANTO ALS IIS BIN HERMANTO. Selanjutnya terhadap pelaku dan barang bukti diamankan ke Polres Sambas untuk ditindak lanjuti. Rata-rata para penambang emas ini melakukan pertambangan secara ilegal.

pertambangan emas ilegal yang menggunakan merkuri menjadi momok sejak dulu karena telah menyebabkan pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup. Merkuri dikhawatirkan mencemari Sungai yang mengalir di seluruh kabupaten Sambas. Selain itu, merkuri juga berdampak buruk bagi kesehatan manusia baik jangka pendek maupun jangka panjang.

Sebagaimana kita ketahui, akibat dari PETI setidaknya ada dua hal, Merusak lingkungan hidup dan merusak kesehatan, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Oleh karena itu negara melarangnya. Selain dibakar, sejumlah peralatan lain juga dirusak dan di potong supaye ketika pekerja ke lokasi PETI, mereka tidak bisa melanjutkan aktivitas tambang liarnya.

 

pihak kepolisian akan terus memberikan imbauan kepada masyarakat terutama melalui peran Bhabinkamtibmas untuk tidak melakukan aktivitas PETI. Sebab kegiatan PETI dapat menimbulkan kerusakan alam. Kami masih akan terus memberantas aktivitas PETI ini.

 

Siapapun yang melakukan aktivitas penambangan emas tanpa izin ini, baik pemilik lahan, pekerja maupun siapa saja yang memfasilitasi aktivitas ini akan kami tindak tegas sesuai hukum yang berlaku. (lebih…)